Kamis, 27 Maret 2014

Kesehatan Mental

I.     Tugas Kesehatan Mental. 

Orientasi Kesehatan Mental.
Orientasi klasik yang umumnya digunakan dalam kedokteran termasuk psikiatri mengartikan sehat sebagai kondisi tanpa keluhan, baik fisik maupun mental. Orang yang sehat adalah orang yang tidak mempunyai keluhan tentang keadaan fisik dan mentalnya. Sehat fisik artinya tidak ada keluhan fisik. Sedang sehat mental artinya tidak ada keluhan mental. Dalam ranah psikologi, pengertian sehat seperti ini banyak menimbulkan masalah ketika kita berurusan dengan orang-orang yang mengalami gangguan jiwa yang gejalanya adalah kehilangan kontak dengan realitas. Orang-orang seperti itu tidak merasa ada keluhan dengan dirinya meski hilang kesadaran dan tak mampu mengurus dirinya secara layak. Pengertian sehat mental dari orientasi klasik kurang memadai untuk digunakan dalam konteks psikologi. Mengatasi kekurangan itu dikembangkan pengertian baru dari kata ‘sehat’. Sehat atau tidaknya seseorang secara mental belakangan ini lebih ditentukan oleh kemampuan penyesuaian diri terhadap lingkungan. Orang yang memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungannya dapat digolongkan sehat mental. Sebaliknya orang yang tidak dapat menyesuaikan diri digolongkan sebagai tidak sehat mental.

Konsep Sehat.
Sehat dan sakit adalah keadaan biopsikososial yang menyatu dengan kehidupan manusia. Pengenalan manusia terhadap kedua konsep ini kemungkinan bersamaan dengan pengenalannya terhadap kondisi dirinya. Keadaan sehat dan sakit tersebut terus terjadi, dan manusia akan memerankan sebagai orang yang sehat atau sakit.
Konsep sehat dan sakit merupakan bahasa kita sehari-hari, terjadi sepanjang sejarah manusia, dan dikenal di semua kebudayaan. Meskipun demikian untuk menentukan batasan-batasan secara eksak tidaklah mudah. Kesamaan atau kesepakatan pemahaman tentang sehat dan sakit secara universal adalah sangat sulit dicapai.

Pengertian Sehat (health) adalah konsep yang tidak mudah diartikan sekalipun dapat kita rasakan dan diamati keadaannya. Misalnya, orang tidak memiliki keluhankeluahan fisik dipandang sebagai orang yang sehat. Sebagian masyarakat juga beranggapan bahwa orang yang “gemuk” adalah otrang yang sehat, dan sebagainya. Jadi faktor subyektifitas dan kultural juga mempengaruhi pemahaman dan pengertian orang terhadap konsep sehat.
Sebagai satu acuan untuk memahami konsep “sehat”, World Health Organization (WHO) merumuskan dalam cakupan yang sangat luas, yaitu “keadaan yang sempurnan baik fisik[2], mental maupun sosial, tidak hanya terbebas dari penyakit atau kelemahan/cacat”. Dalam definisi ini, sehat bukan sekedar terbebas dari penyakit atau cacat. Orang yang tidak berpenyakit pun tentunya belum tentu dikatakan sehat. Dia semestinya dalam keadaan yang sempurna, baik fisik, mental, maupun sosial.

Pengertian sehat yang dikemukan oleh WHO ini merupakan suatau keadaan ideal, dari sisi biologis, psiologis, dan sosial. Kalau demikian adanya, apakah ada seseorang yang berada dalam kondisi sempurna secara biopsikososial? Untuk mendpat orang yang berada dalam kondisi kesehatan yang sempurna itu sulit sekali, namun yang mendekati pada kondisi ideal tersebut ada.

Sejarah Perkembangan Kesehatan Mental.
Zaman dahulu orang menduga bahwa penyebab penyakit mental adalah setan, roh-roh jahat dan dosa-dosa. Oleh karena itu para penderita penyakit mental dimasukkan dalam penjara-penjara di bawah tanah atau dihukum dan diikat erat-erat dengan rantai besi yang berat dan kuat. Namun, lambat laun ada usaha-usaha melalukan perbaikan dalam mengatasi orng-orang yg mengalami gangguan mental.

Kesehatan mental ungkapan ini diciptakan oleh W. Swetster di tahun 1843, dan penuh dengan konten yang sebenarnya melalui "pribadi" pengalaman berkumpul oleh ahli asuransi Beers Amerika. Tujuannya adalah untuk memastikan perawatan yang lebih manusiawi dari sakit mental, cara bagaimana tujuannya ini dilakukan dalam konteks yang lebih luas melampaui domain perawatan kesehatan tidak bisa disebut hanya kejiwaan.

Kesehatan mental mulai berkembang sejak perang dunia ke II .Sejak awal perang dunia ke II kesehatan mental bukan lagi suatu istilah yang asing bagi orang – orang .Dalam bidang kesehatan mental kita dapat memahami bahwa gangguan mental itu telah terjadi sejak awal peradaban manusia dan sekaligus telah ada upaya-upaya mengatasinya sejalan dengan peradaban.
Namun seiring jaman yang semakin maju dan perkembangan ilmu pengetahuan Philippe Pinel di Perancis dan William Tuke dari Inggris, mengadakan perbaikan dalam menanggulangi orang-orang yang terganggu mentalnya


Ada juga dari tokoh lainnya yang mempengaruhi perkembangan kesehatan mental :

1. Clifford Whittingham Beers (1876-1943). Beers pernah sakit mental dan dirawat selama dua tahun dalam beberapa rumah sakit jiwa. Ia mengalami sendiri betapa kejam dan kerasnya perlakuan serta cara penyembuhannya
2. Dorothea Dix merupakan seorang pionir wanita dalam usaha-usaha kemanusiaan berasal dari Amerika. Ia berusaha menyembuhkan dan memelihara para penderita penyakit mental dan orang-orang gila. Sangat banyak jasanya dalam memperluas dan memperbaiki kondisi dari 32 rumah sakit jiwa di seluruh negara Amerika bahkan sampai ke Eropa. Atas jasa-jasa besarnya inilah Dix dapat disebut sebagai tokoh besar pada abad ke-19.

ada juga tunjuan mempelajari Kesehatan mental yaitu :
1. Memahami makna kesehatan mental dan faktor-faktor penyebabnya.
2. Memahami pendekatan-pendekatan yang digunakan dalam penanganan kesehatan mental.
3. Memiliki kemampuan dasar dalam usaha peningkatan dan pencegahan kesehatan mental masayarakat.
4. Meningkatkan kesehatan mental masyarakat dan mengurangi timbulnya gangguan mental masyarakat.

Teori Kesehatan Mental.
1.Aliran Psikoanalisa
Teori kepribadian dengan pendekatan psikodinamika sangat dipengaruhi oleh Sigmund Freud (1856-1939), Bapak Psikoanalisa yang sangat terkenal. Aliran ini melihat dari sisi negative individu, masa lalu, analisis mimpi (jalan istimewa menuju ketidaksadaran), dan juga alam bawah sadar, yang tersusun dari 3 sistem pokok yaitu : id, ego, dan superego.
Id
Id merupakan system kepribadian yang asli dan merupakan sumber energi utama bagi hidup manusia. Id merupakan rahim tempat ego dan superego berkembang. Freud menyebut id “kenyataan psikis yang sebenarnya”, karena id mempresentasikan dunia batin pengalaman subjektif dan tidak mengenal kenyataan objektif. Id terdiri dari dorongan-dorongan biologis dasar seperti kebutuhan makan, minum, seks, dan agresifitas.
Dalam Id terdapat dua jenis energi yang saling bertentangan dan sangat mempengaruhi kehidupan individu, yaitu insting kehidupan dan insting mati. Dorongan-dorongan dalam Id selalu ingin dipuaskan, dan dalam pemuasannya Id selalu berupaya menghindari pengalaman-pengalaman yang tidak menyenangkan (prinsip kesenangan atau Pleasure Principle).
Ego
Ego merupakan energi yang mendorong untuk mengikuti prinsip kenyataan. Ego menjalankan fungsi pengendalian agar upaya pemuasan dorongan Id itu realistis atau sesuai dengan kenyataan. Misalnya orang yang lapar harus mencari, menemukan, dan memakan makanan sampai tegangan karena merasa lapar dapat dihilangkan.
Superego
Sistem kepribadian ketiga dan yang terakhir dikembangkan adalah superego. Superego adalah gambaran kesadaran akan nilai-nilai dan moral masyarakat yang ditanamkan oleh adapt istiadat, agama, orangtua, guru, dan orang lain kepada anak. Karena itu pada dasrnya superego adalah hati nurani seseorang yang menilai benar atau salahnya tindakan seseorang. Itu berarti superego mewakili nilai-nilai ideal dan selalu berorientasi pada kesempurnaan.

Freud juga membagi aktivitas mental individu dalam beberapa tingkatan berdasarkan sejauh mana individu menyadari gejala-gejala psikis yang timbul, yaitu :
1). Tingkat sadar atau kesadaran (conscious level)
Pada tingkat ini aktivitas mental dapat disadari setiap saat seperti berpikir, persepsi, dan lain-lain.
2). Tingkat prasadar (preconscious level)
Pada tingkat ini aktivitas mental dan gejala-gejala psikis yang timbul bias disadari hanya apabila individu memperhatikannya, misalnya memori, pengetahuan-pengetahuan yang telah dipelajari, dan lain-lain.
3). Tingkat tidak disadari (unconscious level)
Pada tingkat ini aktivitas mental dan gejala-gejala psikis tidak disadari oleh individu. Gejala-gejala ini muncul misalnya dalam dorongan-dorongan immoral, pengalaman-pengalaman yang memalukan, harapan-harapan yang irasional, dorongan-dorongan seksual yang tidak sesuai dengan norma masyarakat, dan lain-lain.

Tingkat tidak disadari inilah yang merupakan objek studi psikoanalisa. Dikatakan Freud pada tahun 1942 : “tujuan utama psikoanalisa sebenarnya tidak lebih dari mencapai dan dapat mengungkap kehidupan mental yang tidak disadari”. Teori Freud sendiri kemudian banyak mengalami perkembangan baik oleh dirinya sendiri maupun oleh para pengikutnya seperti : Alfred Adler, Karen Horney, Erick Fromm, dan lain-lain.

Perubahan penting yang dilakukannya sendiri adalh konsep libido. Awlanya libido dianggap berasal dari dorongan seksual semata, tetapi akhirnya Freud berpendapat bahwa libido merupakn dorongan kehidupan yang jauh lebih luas daripada dorongan seksual semata. Karen Horney dan Erick Fromm menekankan pentingnya pengaruh lingkungan social terhadap perkembangan kepribadian individu.
Jadi dapat disimpulkan bahwa menurut aliran psikoanalisa manusia bersifat terbatas, yaitu mengabaikan potensi-potensi yang dimiliki manusia. Manusia dilihat dari sisi sakit, yaitu bahwa kodrat manusia bersifat negative (neurotics dan psikotis), dan juga kodrat manusia digambarkan pesimistis, yaitu manusia adalah korban dari tekanan-tekanan biologis dan juga konflik-konflik pada masa kanak-kanak.

2.Aliran Humanistik
Aliran humanistik memberi tekanan pada kualitas-kualitas yang membedakan menusia dengan binatang, yaitu kebebasan untuk memilih (freedom for choice) dan kemampuan untuk mengarahkan pekembangannya sendiri (self-direction). Banyak ahli menyebut teori tersebut sebagai “self-theorities” karena teori-teori tersebut membahas pengalaman-pengalaman batin, pribadi, yang berpengaruh terhadap proses pendewasaan diri seseorang, dan pertumbuhan itu diarahkan pada aktualisasi diri. Tokoh-tokoh utama pendekatan ini adalah Carl Rogers dan Abraham Maslow.
Pada tahun 1962 didirikan Association of Humanistic Psychology, asosiasi ini dalam misinya mempunyai 4 (empat) prinsip, yakni :
1). Memusatkan perhatian pada subjek yang mengalami
2). Pilihan, kreativitas, dan aktualisasi diri manusia adalah topic-topik yang menjadi focus penelitiannya.
3). Kepenuhartian harus mendahului objektivitas dalam memilih masalah penelitian
4). Nilai tertinggi terletak pada martabat manusia
Carl Rogers (1902-1987)
Teori Carl Rogers berkembang dari pendekatannya terhadap psikoterapi dan perubahan perilaku yang berpusat pada klien. Dalam praktiknya Rogers terkesan dengan adanya kecenderungan bawaan pada individu yang bergerak kearah pertumbuhan, maturitas, dan perubahan positif. Maka ia yakin bahwa kekuatan dasar yang memotivasi manusia adalah kecenderungan untuk beraktualisasi, suatu kecenderungan kearah pemenuhan atau aktualisasi semua potensi atau kapasitas organisme. Rogers tidak menolak adanya kebutuhan lain seperti kebutuhan biologis, tetapi semua kebutuhan itu terarah pada motivasi untuk mengaktualisasikan dirinya.
Diri dan Konsep diri penting dalam teorinya. Diri itu mencakup semua ide, persepsi, dan nilai-nilai yang mengkarakterisasi “saya” atau “aku” dan ini mencakup “siapa saya” dan “apa yang dapat saya lakukan”. Selanjutnya diri dan konsep diri ini mempengaruhi persepsi seseorang tentang dunia dan perilakunya.

3.Pendapat Erich Fromm.
Menurut Pendapat Erich Fromm kepribadian yang sehat adalah pribadi yang memiliki orientasi produktif. froom melihat kepribadian hanya sebagai suatu produk kebudayaan. kesehatan jiwa harus didefinisaikan menurut bagaimana baiknya masyarakat menyesuaikan diri dengan kebutuhan kebutuhan dasar semua individu, bukan menurut bagaimana baiknya individu menyesuaikan diri dengan masyarakat.


Konsep Penyesuaian Diri.
Penyesuaian dapat diartikan atau dideskripsikan sebagai berikut:
Penyesuaian berarti adaptasi; dapat mempertahankan eksistensinya, atau bisa “survise” dan memperoleh kesejahteraan jasmaniah dan rohaniah, dan dapat mengadakan relasi yang memuaskan dengan tuntutan sosial.
Penyesuaian juga dapat juga diartikan sebagai konformitas, yang berarti menyesuaikan sesuatu sesuatu dengan standar atau prinsip.
Penyesuaian dapat diartikan sebagai penguasaan, yaitu memiliki kemampuan untuk mmebuat rencana dan mengorganisasi respon-respon sedemikian rupa, sehingga bisa mengatasi segala macam konflik, kesulitan, dan frutasi-frutasi secara efisien. Individu memiliki kemampuan menghadapi realitas hidup dengan cara yang adekuat/ memenuhi syarat.
Penyesuaian dapat diartikan penguasaan dan kematangan emosional. Kematangan emosional maksudnya ialah secara positif memiliki respon emosional yang tepat pada setiap situasi.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penyesuaian adalah usaha manusia untuk mencapai keharmonisan pada diri sendiri dan pada lingkung-annya.

II.     Tulisan.
a.       Konsep Diri Saya.
Saya Adalah Faisal Fajar RInaldi, Saya adalah mahasiswa psikologi universitas gunadarma. saya adalah anak ke-2 dari 3 bersaudara. dan saya adalah anak laki-laki satu-satunya dalam keluarga saya. Hobi saya itu berolahraga dan bermain game. Saya memang tidak terbilang pintar dalam pelajaran tapi saya sedikit ahli pada bidang otomotif dan elektronik komunikasi. dan saya adalah tipe orang yang kritis dalam menyikapi hal.
Saya adalah tipe orang yang mudah bergaul pada siapapun. Tetapi berdiam diri di tempat yang sepi dan tenang itu kesukaan saya. Saya itu memiliki sifat yang rada aneh, karena semua aktifitas saya lakukan selalu tergantung pada mood. Walaupun begitu saya adalah orang yang bertanggung jawab. Saya itu memang sedikit agak egois, dan keras kepala. Namun begitu saya sudah dapat mengontrol emosi pada diri saya.

b.      Kasus Ketidak Kesehatan Mental.
Saya disini mengambil contoh kasus pada sebuah peristiwa yang sedang marak di indonesia, yaitu Fenomena Cabe-Cabean yang melanda Gadis ABG di indonesia. Saya telah membaca berita di sebuah media elektronik yaitu LIPUTAN6.com yang membahas berita tentang fenomena tersebut. Ini sedikit kutipan dari beritanya.

Fenomena cabe-cabean yang tengah melanda gadis belia di kota-kota besar seperti Jakarta memang bikin prihatin. Tapi tak semua gadis ABG ketularan jadi cabe-cabean. Apa kata remaja tentang teman-temannya yang jadi cabe-cabean.

Tidak ada yang tahu sebenarnya siapa yang mempelopori istilah ini, namun seperti dilansir Hai online, istilah cabe-cabean awalnya lebih banyak dikaitkan dengan perempuan muda dan motor balapan liar. Istilah ini biasa dipakai orang-orang yang ada di arena balapan liar untuk menyebut para gadis muda yang ada di situ.

Cabe-cabean melekat sekali dengan hal negatif, tidak sedikit orang yang mengatakan cabe-cabean merupakan perempuan yang gampangan. Di arena balap liar sendiri cabe-cabean dijadikan sebagai hadiah atau piala saat taruhan.

Saat ini cabe-cabean tidak hanya berada di arena balap liar, sepertinya sudah mulai merambah tempat-tempat nongkrong seperti mall dan klub-klub malam. Entah mengapa disebut cabe-cabean mungkin rasanya yang pedas atau karena penampilannya yang hot. “

Kalau menurut pendapat saya fenomena tersebut dapat dikategorikan sebagai kasus ketidak sehatan mental, mengapa? Karena menurut saya tidak sepantasnya anak-anak abg seperti mereka melakukan sebuah hal yang harusnya tidak mereka lakukan di kisaran umur mereka.
Contohnya, seperti anak ABG sekarang yang sudah mulai berdandan tebal dan berpakaian tidak sepantasnya dan nongkrong yang tidak benar, di kategorikan tidak sehat karena itu semua bukan hal yang harusnya dilakukan pada anak seumuran mereka. Dan seharusnya ada peranan orang tua yang mengawasi perilaku anak-anaknya agar tidak melampaui tingkah laku yang seharusnya belum mereka lakukan pada kisaran umur mereka.

Sekian pembahasan materi yang sebenarnya tugas saya.. sekiranya dapat bermanfaat utuk semuanya.. Terima Kasih.

Sumber :
v  Tugas
v  Tulisan


Nb: Bukan plagiat kan.. Cantumin Sumber Bisa Kali..  

Minggu, 29 Desember 2013

Kajian Pengaruh Internet Dalam Komunikasi Interpersonal

Pada saat ini kajian Ilmu Komunikasi mengenai komunikasi intrapersonal, belum banyak dilakukan oleh para ahli. Para ahli komunikasi umumnya masih menitik beratkan pada bidang komunikasi massa, yang menjadi trend kehidupan manusia modern. Padahal komunikasi intrapersonal merupakan proses komunikasi yang unik. Dianggap unik karena proses komunikasi yang berlangsung, berbeda dengan proses komunikasi yang biasa terjadi. 

Pertukaran informasi maupun cara berkomunikasi melalui internet adalah cara baru sebagai lompatan teknologi yang menempatkan manusia berada pada tempat berbeda dalam waktu yang bersamaan. Semua ini dapat dilakukan oleh kemampuan telekomptasi internet.
Fasilitas - fasilitas yang ada dalam medium internet dan digunakan oleh para penggunanya meliputi :
  • World Wide Web (www) merupakan data bank yang besar dalam bentuk citra bergerak, grafis, teks, suara tentang berbagai hal.
  •  Internet Relay Chat merupakan Sarana komunikasi menggunakan telephone namun menggunakan chat.
  • Electronic Mail (Email) merupakan sarana surat menyurat secara elektronis.
  • Usenet merupakan Fasilitas untuk berdiskusi secara kelompok dari korepondensi pencarian data.
  • File Transfer Protocol (FTP) Sarana pencarian file-file program secara Gratis.
  • Gopher merupakan sarana interaktif pencarian data base dan file.
Karena fasiitas yang ditawarkan memberikan kemudahan dan manfaat yang besar serta lebih komperhensif bentuk tampilanya maka difusi pemakaian internet begitu cepat tersebar di berbagai tempat/Negara, termasuk indonesia.
Walaupun sudah digunakan sebagai sarana media komunikasi melalui fasilitas-fasilitas di dalamnya, hingga saat ini internet masih terkesan diasumsikan sebagai kemajuan perkembangan teknologi komputer dan bukannya media komunikasi. Fenomena ini paradoks dengan layanan yang ditawarkan dalam media internet, yang berfungsi untuk mengirim, menyampaikan atau menerima pesan bagi penggunanya (user).

Permasalahan yang lain tidak semata-mata hanya berada pada asumsi pengabaian internet sebagai media komunikasi, tetapi juga meliputi:

  • Pertama, permasalahan timbulnya dampak perubahan atau gambaran-gambaran baru dalam das sein-nya sebagai ilmu atau aplikasinya dalam sistem komunikasi maupun konteks sosialnya.
  • Kedua, Internet sendiri dalam proses komunikasi sebagai media atau channel mungkin sama atau berbeda karakteristiknya dengan media klasik yang telah ada (TV, Radio, Telephone dsb), bila dilihat sebagai melalui pendekatan tradisional dengan menelaah secara medium spesifik (Morris, Merril : 1999 ) . Sementara unsur dan prosesnya dalam konteks terminologi ilmu komunikasi, internet memiliki spesifikasi, ciri-ciri, dan kategori-kategori tertentu.
  • Ketiga, di Indonesia sendiri belum banyak kesadaran untuk meng-eksplorasi penelitian internet sebagai media komunikasi. Padahal, embrio pengembangan penggunaan internet (di dalam maupun di luar negeri). 
Kesimpulan : 

Semakin Berkembangnya teknologi informasi seperti jaringan internet yang mencangkup berbagai banyak hal hal yang bisa kita dapatkan semisal informasi sekitar, ilmu pengetahuan, sarana entertaiment , dan sosial media. karena sifatnya bebas dalam arti kita dapat melakukan apa  saja di jaringan internet, banyak sekali dampak yang timbul dari kebebasan mengakses internet tesebut contonya dari segi positifnya media media yang berada di internet sangat membantu dalam keseharian seseorang, tapi banyak segi negatif yang terdapat pada internet seperti banyaknya orang yang kecanduuan dalam berinternet dan banyak pula pengguna yang memposting informasi informasi palsu untuk mengubah stereotipe seseorang pada suatu informasi yang mereka berikan.
maka dari itu kita harus dapat mengembangkan pengetahuan dalam pengembangan penggunaan internet agar lebih bijak dalam menggunakan media yang ada di internet.

Saran: 
karena kebebasan dalam mengakses internet alangkah baiknya kita mengaksesnya secara bijak. dan mengambil nilai nilai positif yang ada pada internet. jangan menggunakan fasilitas tersebut untuk hal yang negatif karena bukan hanya kita yang dapat mengakses internet tetapi semua orang dapat mengakses dan berapa banyak orang yang dirugikan atas tindakan negatif yang kalian berikan... 

Sumber :
http://edwi.dosen.upnyk.ac.id/Internet%20as%20media.pdf

Cantumkan sumber biar gak dibilang plagiat.

Senin, 14 Oktober 2013

Analisis Tes Psikologi Online


A. Pendahuluan.
Pada zaman yang sudah maju seperti sekarang  ini dengan teknologi yang semakin canggih, tidak bisa kita pungkiri kita sanggat diudahkan oleh kemajuan teknologi yang semakin pesat. dengan kecanggihan itu pula kita dapat dengan mudah mendapatkan banyak informasi melalui jaringan internet. tak hanya untuk hiburan mereka dapat melakukan apa saja dengan mudah seperti mencari informasi tentang pengetahuan dan pendidikan, melakukan transaksi bisnis, mencari lowongan pekerjaan serta melakukan interaksi melalui jejaring sosisal. sekarang sudah semakin banyak fasilitas-fasilitas yang bermunculan di internet satu di antaranya adalah tersedia nya Psikotes secara online. Walaupun test psikologi ini tidak langsung bertatap muka dengan ahli psikologi tapi kita bisa mengetahui hasil test psikologi online ini dengan canggihnya fasilitas didalam internet tersebut. Dan adapun dampak yang terjadi di dalam psikotest online tersebut.
B. Dasar Teori. 

Psikotes merupakan serangkaian tes yang dilakukan oleh Psikolog (profesional) atas permintaan klien (individu atau organisasi) untuk memberikan gambaran utuh tentang aspek-aspek psikologis seseorang sesuai dengan kebutuhan dan keperluan klien.
Tes tersebut diberikan sebagai alat atau sarana bagi Psikolog untuk dapat memahami secara utuh aspek-aspek psikologis individu agar dapat memberikan gambaran (profile psikogram) setiap individu yang mengikuti tes tersebut.
Keseluruhan proses tes tersebut dilakukan sesuai dengan standar pelayanan kode etik psikolog.
Psikotes sebenarnya bukan ujian, karena itu tidak benar kalau dikatakan tidak lulus ujian psikotes; karena yang dilakukan oleh Psikolog adalah meminta respon atas pernyataan/pertanyaan yang diberikan kepada individu sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya orang yang bersangkutan. Respon tersebutlah yang dijadikan indikator untuk memberikan gambaran profile setiap individu yang mengikuti tes.

C. Analisis Saya.

Sebenarnya sangat tidak etis bila psikotes ini dilakukan secara online karena seharusnya psikotes ini hanya diketahui dan dilakukan oleh orang - orang yang ahli dibidangnya. tetapi   bila dipikir secara rasional psikotes online ini sangat membantu seseorang untuk belajar dan dapat mengetahui kemampuan seseorang tersebut saat melakukan psikotes secara langsung. 
Saya sebelumnya pernah mencoba program aplikasi Psikotes online tersebut dan saya dapat menilai bahwa psikotes online tersebut mempunyai dampak yang positif dan negatif. 

Dampak Positif nya adalah : 
  • Waktu yang diperlukan lebih singkat dan kita dapat mengulang dan melakukannya kapan saja.
  • Kita dapat langsung melihat hasil test nya.
  • Kita bisa mendapatkan pengetahuan tentang soal-soal tes dan tips cara menjawabnya.
  • Dapat melakukan tes psikologi secara klasikal dengan software khusus alat tes psikologi yang biasanya digunakan oleh perusahaan-perusahaan tertentu.
Dampak Negatif nya adalah :
  • Individu akan sudah mengetahui dan memahami materi tes sehingga mengerjakan tes tidak sebagai dirinya sendiri melainkan menampilkan sisi-sisi baik yang dapat membuat hasil tes terlihat baik.
  • Soal soal yang diberikan tidak selalu update.
  • Dan masalah penilaian kurang akurat karena bukan dinilai oleh ahlinya secara langsung. 
Referensi : 
  • http://ketikqwerty.wordpress.com/2011/10/17/pengertian-psikotes/
  • https://s2.bukalapak.com/system/images/2/7/5/1/8/9/2/large/Mudah_Cepat_Lolos_Psikotes.jpg?1374742766 (gambar)
Referensi membuktikan bahwa anda bukan plagiat.

Selasa, 28 Mei 2013

Kesalahpahaman Tentang Teori Evolusi Manusia

Picture1

1. Jika manusia berevolusi dari monyet, mengapa masih ada monyet? Atau mengapa monyet tersebut tidak berevolusi menjadi manusia?

Manusia tidak berevolusi dari kera/monyet, melainkan monyet/kera dan manusia sama-sama berevolusi dari nenek moyang yang sama, yang hidup jutaan tahun yang lalu. Begitu juga dengan hewan-hewan dan tumbuhan lainnya, kita semua sama-sama berevolusi dari common ancestor (nenek moyang yang sama). Karena proses evolusi membutuhkan waktu miliaran tahun maka waktu hidup kita yang hanya rata-rata 60 tahun ini terlalu pendek untuk dapat menyaksikan proses ini. Oleh karena itulah ilmuan pergi menggali fosil di seluruh dunia untuk menemukan tulang belulang nenek moyang kita yang sudah punah tersebut. Dari situlah ditemukan bahwa pada lapisan-lapisan bumi yang lebih tua, terdapat fosil-fosil makhluk hidup yang telah punah, terlihat jelas transisi dari makhluk yang lebih sederhana (mikroorganisme) menuju yang lebih kompleks. Misalnya, pada lapisan bumi yang paling awal (cambrian dan pre-cambrian), tidak ada ditemukan fosil-fosil makhluk hidup yang bertulang belakang (vertebrata), fosil-fosil makhluk hidup bertulang belakang ditemukan pada lapisan-lapisan bumi yang lebih muda. Fosil-fosil hewan bertulang belakang pun tidak langsung muncul semua, terdapat tahapan; pada lapisan bumi yang lebih tua, hanya ditemukan fosil-fosil ikan, lalu menuju lapisan bumi yang lebih muda ditemukan fosil reptil, lalu dinosaurus, mamalia, burung, dan kemudian manusia pada lapisan-lapisan bumi yang termuda. Itulah mengapa pakar biologi ada yang mengatakan, “Jika ingin membuktikan teori evolusi itu salah maka temukanlah fosil kelinci pada era cambrian—di mana hanya di temukan fosil invertebrata (Makhluk tak bertulang belakang).”
Jika ada satu saja fosil yang ditemukan pada urutan waktu geologis yang salah maka teori evolusi akan diakui salah. Tapi bukti ilmiah semakin hari semakin mendukung teori evolusi. Catatan fosil selalu membenarkan perubahan bertahap dari simple ke kompleks. Tetapi ini bukan berarti evolusi selalu menunjukkan transisi spesies dari yang paling sederhana menjadi lebih kompleks, dalam beberapa kasus ini dapat terjadi sebaliknya.

2. Banyak gap atau missing link pada catatan fosil.

Faktanya, ada banyak intermediate fosil (fosil makhluk yang mempunyai ciri-ciri transisional), seperti Archaeopteryx, fosil burung tertua yang memiliki kerangka reptil, tapi berbulu khas burung. Therapids, adalah intermediate antara reptil dan mamalia. Tiktaalik, adalah intermediate dari ikan ke amphibi. Dalam evolusi manusia, ada lebih banyak lagi fosil. Mengingat betapa sulitnya sebuah tumbuhan atau hewan untuk terfosilisasi, kepemilikan sekian banyak fosil mereka adalah pencapaian yang luar biasa. Karena hewan/tumbuhan itu harus mati dan terkubur di tanah atau lumpur tertentu, yang kelak akan berubah menjadi batu sedimen, yang akan membentuk replika hewan yang terkubur di dalamnya, itulah fosil. Lapisan batu sedimen ini pun harus mengalami beberapa proses geologis selama jutaan tahun yang akan mengangkatnya dari dasar laut atau tanah sehingga dapat ditemukan oleh para peneliti. Penting untuk dipahami bahwa Meneliti asal muasal makhluk hidup adalah seperti detektif yang datang di tempat kejadian perkara jauh setelah kejadian tersebut selesai, sehingga si Detektif harus mengoleksi sample dan sisa-sisa dari tempat kejadian perkara untuk lalu direkonstruksi modelnya agar mengetahui bagaimana kejadian perkara tersebut dan siapa pelakunya. Hendaknya kita jangan berharap akan mendapatkan jawaban instan hanya dengan membaca sebuah kitab suci yang ditulis manusia yang hidup paling lama sekitar 3000 tahun yang lalu, sementara tempat kejadian perkara (situs-situs penggalian dan bukti fosil-fosil) yang harus kita teliti membentang selama 4,5 miliar tahun, jauh sebelum manusia menemukan api, berbicara dan menulis.

3. Jika Evolusi terjadi secara gradual selama jutaan tahun, mengapa fosil tidak menunjukkan perubahan yang gradual (bertahap)?

Justru fosil menunjukkan perubahan yang gradual, yaitu dari fosil hewan-hewan bersel satu dan mikroba pada lapisan bumi atau fosil tertua, menuju hewan-hewan bersel banyak yang lebih kompleks pada lapisan yang lebih muda. Contohnya adalah fosil Stromatolites, algae bersel satu yang berumur 3,5 miliar tahun, yang merupakan bukti fosil tertua makhluk hidup di bumi. Fosil-fosil selanjutnya adalah hewan-hewan yang multi sel, seperti fosil cnidaria dan cambria. Dari hewan bersel satu, bersel banyak, invertebrata, lalu vertebrata. Lapisan bumi menunjukkan dengan jelas perubahan spesies secara bertahap. Masing-masing lapisan bumi memilliki umur yang berbeda, yang paling tua 4,5 miliar tahun dan selama itulah proses evolusi diperlukan untuk mencapai kompleksitas makhluk hidup seperti yang kita saksikan sekarang ini. Pemeriksaan umur fosil dan lapisan bumi menggunakan metode radioactive dating, yaitu dengan memeriksa sisa atom yang memuai menjadi atom lain dalam kurun waktu tertentu, misalnya atom Uranium 238 memakan waktu 4,5 miliar tahun untuk memuai setengahnya menjadi atom Lead 206. Dan banyak lagi atom-atom lain dengan durasi pemuaian yang lebih pendek yang digunakan menjadi tolak ukur.

4. Tidak ada yang pernah menyaksikan evolusi terjadi.

Evolusi terjadi dalam kurun waktu miliaran tahun, jadi kita tidak mungkin bisa menyaksikan secara langsung. Itulah mengapa kita mencari petunjuk dari catatan fosil, dengan menggali untuk mencari tulang-belulang nenek moyang kita yang sudah meninggal jutaan tahun yang lalu. Teori Evolusi juga didukung oleh banyak bukti dari berbagai cabang disiplin ilmu pengetahuan. Data dari geology, paleontology, botany, zoology, biogeography, comparative anatomy and physiology, genetics, molecular biology, developmental biology, embryology, population genetics, genome sequencing, dan banyak lagi yang semua menjurus kepada satu kesimpulan, yaitu makhluk hidup berevolusi. Bahkan, kita bisa mengobservasi langsung evolusi makhluk hidup yang memiliki siklus reproduksi yang pendek, seperti virus dan bakteri (Micro-evolution). Pengetahuan tentang evolusi virus dan bakteri ini sangat penting bagi penelitian medis. Melalui evolutionary medicine inilah para peneliti menemukan obat/vaksin untuk SARS, Flu Burung, dan bermanfaat dalam upaya penelitian obat bagi HIV.

5. Sains mengklaim bahwa evolusi terjadi akibat kebetulan yang acak (random chance).

Evolusi terjadi akibat Seleksi Alam dan Mutasi Genetik. Ini adalah proses bertahap yang tidak acak di mana makhluk hidup menjadi dominan atau langka dan punah, sebagai akibat reproduksi diferensial dan perubahan lingkungan (Habitat, Iklim, Predator dan Makanan), di mana jika proses ini berlangsung terus dalam kurun waktu yang lama, satu spesies bisa terpecah menjadi dua spesies yang berbeda.

6. Hanya Perancang Cerdas (Intelligent Designer) yang dapat membuat organ rumit seperti mata.

Mata manusia dan hewan-hewan lain memiliki kemiripan, sama-sama terdiri dari crystallins (pengarah cahaya yang mengenai mata) dan opsins (penangkap cahaya yang di arahkan/di saring crystalins, untuk lalu di lanjutkan ke sel saraf). Keberagaman sensitifitas dan jenis mata pada organisme juga mengindikasikan adanya perubahan bertahap pada organ mata. Berawal dari sel yang sensitif terhadap cahaya lalu secara bertahap berevolusi menjadi mata yang lebih kompleks.

7. Evolusi hanyalah sebuah teori.

Tentu saja, tapi teori dalam sains adalah cara kita memahami alam semesta secara rasional. Berdasarkan bukti yang dapat kita observasi. Karena catatan fosil dan disiplin keilmuan saintifik lainnya menuntun kita kepada teori evolusi maka itulah kesimpulan yang dicapai para ilmuan. Ini tentu saja jauh lebih baik daripada mengatakan manusia dan miliaran makhluk-makhluk hidup lainnya jatuh dari langit, atau hasil dari sulap Abrakadabra Dewa/Tuhan.

8. Bukti fosil evolusi manusia itu palsu.

Fosil palsu (hoax) itu hanya terjadi pada penemuan fosil piltdown (Eoanthropus dawson), adalah sebuah penipuan yang dilakukan oleh Charles Dawson dan/atau orang-orang lainnya terhadap para paleontologis dari November 1912 hingga terbongkar pada tahun 1953. Dawson mengklaim bahwa dia telah menemukan sebuah tengkorak hominid di daerah penggalian Piltdown, dekat Uckfield di Sussex, Inggris. Sisanya adalah kesalahan dari pihak penemu yang mempublikasikan berita sebelum benar-benar mendapatkan keterangan pasti di mana sesungguhnya fosil tersebut digolongkan ke dalam fosil Nebraska man, Archaeoraptor, Bathybius, dan Eozoon. Kesalahan-kesalahan ini juga telah diklarifikasi oleh para ilmuan evolusionis sendiri. Sebagaimana yang kita ketahui, manusia bisa saja melakukan pemalsuan dan kebohongan demi kepentingan pribadi. Dan ini juga bisa terjadi di dalam komunitas sains (tak terkecuali penipuan dalam institusi/otoritas keagamaan), tetapi karena sifat terbuka dan kritis di dalam sains, semua teori dan eksperimen harus bisa di crosscheck oleh semua pihak untuk memperoleh pengakuan dan keabsahan. Karena inilah kita melihat perubahan dan perkembangan yang senantiasa terjadi di dunia sains.

 9. Hukum kedua termodinamika membuktikan bahwa proses evolusi tidak mungkin terjadi.

Hukum kedua termodinamika mengatakan bahwa sistem yang tertutup akan mengalami entropi (perubahan dari keteraturan menjadi ketidak teraturan), tetapi bumi bukanlah closed system, sinar matahari selalu memberikan energi dan banyak kejadian yang unpredictable pada awal terbentuknya bumi, seperti tabrakan meteorit, asteroid, komet, dll. yang membawa material substansi asing ke permukaan bumi.

10. Evolusi tidak bisa menjelaskan darimana datangnya moralitas (sense of right and wrong).

Justru cara terbaik menjelaskan perilaku manusia adalah melalui studi perilaku manusia, yang terkadang bisa sangat baik dan sangat kejam, seperti dalam cabang ilmu psikologi. Manusia terkadang egois, terkadang pula altruistik. Di balik semua fenomena tingkah laku manusia tentu saja ada penyebab natural yang dapat kita pelajari. Pada umumnya moralitas manusia sangat berhubungan erat dengan kepentingan pribadi dan kelompoknya. Misalnya manusia berprilaku baik, agar mendapat respect dan tempat yang nyaman di masyarakat, juga menguntungkan dalam mendapatkan pasangan. Sebaliknya, manusia berbuat jahat bukan karena dia adalah setan, karena sejahat-jahat manusia, dia pasti berbuat baik kepada keluarga, atau orang terdekat dan juga dirinya sendiri. Biasanya, yang menyebabkan orang berbuat kriminal adalah karena tekanan ekonomi dan psikologis. Oleh karena itu, setiap orang memiliki potensi yang sama untuk berbuat jahat dan baik, terlepas dari latar belakang filosofi dan agama orang tersebut.

Referensi:
1. John Rennie, 2002. 15 Answers to Creationist Nonsense. Scientific American
2. Skeptics Society, 2002. Top 10 Myths About Evolution (And How We Know It Really Happened).
3. Jerry A Coyne, 2009. Why Evolution is True. Oxford University Press.
4. Donald R. Prothero, 2007. Evolution: What the Fossils Say and Why it Matters. Columbia University Press.
5. Richard Dawkins, 2009. The Greatest Show on Earth: The Evidence for Evolution. Free Press.
6. Richard Dawkins, 2011. The Magic of Reality: How We Know What’s Really True. Free Press.
7. Evolutionary Medicine. Carl Zimmer. From The Tangled Bank: An Introduction to Evolution. Roberts and Company Publishers, Inc.
8. Wikipedia articles on Evolution.