Jumat, 29 Januari 2016

Sistem Informasi Psikologi. (Desain SIP)


Sistem Informasi Psikologi.
Nama   : Faisal Fajar Rinaldi
NPM   : 12512677
Kelas   : 4PA10

            Sistem informasi psikologi adalah suatu sistem atau suatu cara yang mengkombinasi dari manusia, fasilitas alat teknologi, media, mengolah dan menyimpan data mengenai suatu informasi secara langsung maupun tidak yang kemudian diproses sehingga data tersebut dapat diubah menjadi sebuah informasi yang dapat digunakan untuk tujuan tertentu.
A. Desain Sistem Informasi Psikologi.
1.    Merancang Sistem untuk mengolah informasi dalam psikologi.
       Menurut Kusrini & Andri Kaniyo (2007) informasi adalah data yang sudah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi pengguna, yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendukung sumber informasi. ta yang digunakan untuk pengambilan keputusan.
Menurut Heru Basuki (2008), bahwa psikologi itu adalah ilmu pengetahuan ilmiah yang mempelajari perilaku, sebagai menifestasi dari kesadaran proses mental, aktivitas motorik, kognitif, & emosional. Sedangkan menurut Jimmy L. Gaol (2008) sistem informasi psikologi bertujuan menapatkan pemahaman bagaimana manusia membuat keputusan dan menggunakan informasi formal.
       Sistem informasi psikologi merupakan suatu bidang ilmu yang mempelajari hubungan antara ilmu psikologi dengan penggunaan komputer dan aplikasi didalamnya untuk kelancaran pada bidag psikologi. Pada sistem informasi psikologi ini merupakan sebuah inovasi dalam bidang psikologi karena dapat memudahkan dan mempercepat pengolahan data yang terdapat pada dunia psikologi .
2.    Menggunakan komputer sebagai alat bantu pengolah informasi dalam Psikologi.
       Pada zaman sekarang dengan perkembangan teknologi yang pesat saat ini banyak alat tes yang dirancang dengan menggunakan media elektronik khususnya komputer karena dengan adanya alat tes yang digunakan melalui media elektronik atau komputer ini dapat memudahkan para user atau pengguna dalam melakukan tes dan dapat memberikan efisiensi waktu karena hasil tes dapat dilihat langsung. Dan dalam pengolahan data terdapat juga aplikasi SPSS, yaitu suatu program komputer yang dapat dipakai dalam dunia psikologi untuk menganalisis statistika. Dan biasa dipakai olehnmahasiswa psikologi yang sedang meneliti dan spss itu sendiri digunakan untuk melakukan pengolahan data yang mencangkup validitas dan reliabilitas suatu alat ukur penelitian.

Daftar Pustaka
Basuki, A.M.H. (2008). Psikologi Umum. Depok : Universitas Gunadarma.
Gaol., J.L (2008). Sistem Informasi Managemen. Jakarta : Grasindo.
Kusrini & Kaniyo, A. (2007). Tuntunan Praktis Membangun Sistem Informasi Akuntansi dengan Visual Basic dan Microsoft SQL Server. Yogyakarta: Penerbit Andi.


Sistem Informasi Psikologi (CBIS)


Sistem Informasi Psikologi
Nama   : Faisal Fajar Rinaldi
NPM   : 12512677
Kelas   : 4PA10

A.  Pengertian Sistem Informasi Berbasis Komputer (CBIS)
Sistem informasi berbasis komputer atau computer based information system(CBIS)  merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi dan analisis. Beberapa istilah yang terkait dengan CBIS antara lain adalah data, informasi, sistem, sistem informasi dan basis komputer. Berikut penjelasan masing-masing istilah tersebut.
Data merupakan deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang kita hadapi. Jadi pada intinya, data merupakan kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian dan merupakan kesatuan nyata yang nantinya akan digunakan sebagai bahan dasar suatu informasi.
Informasi merupakan hasil dari pengolahan data menjadi bentuk yang lebih berguna bagi yang menerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian nyata dan dapat digunakan sebagai alat bantu untuk pengambilan suatu keputusan.
Sistem merupakan entitas, baik abstrak maupun nyata, dimana terdiri dari beberapa komponen yang saling terkait satu sama lain. Objek yang tidak memiliki kaitan dengan unsur-unsur dari sebuah sistem bukanlah komponen dari system tersebut.
Sistem Informasi merupakan sistem pembangkit informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya,sistem informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya.
Sistem Informasi “berbasis komputer” mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi. Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah “computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer.

B.  Evolusi CBIS
Dua hal yang menjadi perhatian dari definisi diatas adalah mengkoordinasi dan mengarahkan. Tentu saja dalam dua proses tersebut diperlukan satu sistem agar proses koordinasi dan pengarahan dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai. Manfaat utama dari perkembangan sistem informasi bagi sistem pengendalian manajemen adalah :
·         penghematan waktu (time saving)
·         penghematan biaya (cost saving)
·         peningkatan efektivitas (effectiveness)
·         pengembangan teknologi (technology development)
·         pengembangan personel akuntansi (accounting staff development).
Dalam perjalannya Sistem Informasi Manajemen tidak serta merta langsung menjadi sebuah sistem yang seperti kita rasakan saat ini melainkan ada tahapan-tahapan perkembangan dari sistem yang terfokus untuk menghimpun,menyimpan dan memproses data saja sampai terciptanya sistem yang mengelola data tersebut menjadi sebuah informasi dan dari informasi tersebut terciptalah sistem pendukung keputusan berikut perinciannya :
1.    Fokus awal pada data (EDP)
Sistem pemrosesan transaksi merupakan jenis sistem yang pertama kali di impelementasikan. Focus utama sistem ini adalah pada data transaksi.sistem informasi ini digunakan untuk menghimpun , menyimpan dan memproses data transaksi serta sering kali mengendalikan keputusan yang merupakan bagian dari transasksi.misalnya yang mengendalikan keputusan adalah sistem pemrosesan transaksi yang sekaligus dapat memvlidasi keabsahan kartu kredit atau mencarikan rute pesawat terbang yang terbaik sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
Nama aplikasi akuntasnsi berbasis komputer pada awalnya adalah pengolahan data elektronik (EDP) kemudian berubah menjadi Data prosesing (DP) dan Sistem Informasi Akuntansi (SIA)

2.    Fokus baru pada informasi (SIM)
Tahun 1964 diperkenalkan satu generasi baru alat penghitung yang mempengaruhi cara penggunaan komputer. Konsep penggunaan komputer sebagai SIM dipromosikan oleh pembuat komputer untuk mendukung peralatan baru tsb. Konsep SIM menyadari bahwa aplikasi komputer harus diterapkan untuk tujuan utama menghasilkan informasi manajemen. Konsep ini segera diterima oleh perusahaan besar karena dengan adanya Manajemen Informasi perusahaan akan mudah mendapatkan Informasi yang akurat dan tepat guna mendukung dalam pengambilan keputusan dalam perusahaan tersebut.

3.    Fokus pada pendukung keputusan (SPK)
Sistem pendukung keputusan (Decision support system) adalah sistem informasi interaktif yang menyediakan informasi, pemodelan dan pemanipulasian data yang digunakan untuk membantu pengambilan keputusan pada situasi yang tidak terstruktur di mana tak seorangpun tahu secara pasti bagaimana seharusnya dibuat
DSS dibuat sebagai reaksi atas ketidakpuasan terhadap Sistem Pemrosesan Transaksi dan Sistem Informasi Manajemen sebagaimana diketahui ,SIP lebih memfokuskan diri pada pengendalian transaksi yang merupakan kegitan yang bersifat berulang dan terdefenisi dengan baik,sedangkan SIM lebih berorientasi pada penyediaan laporan bagi manajemen yang sifatnya dinamis.DSS lebih ditunjuk untuk mendukung manajemen dalam melakukan pekerjaan yang bersifat analistis, dalam situsai yang kurang terstruktur dan dengan criteria yang kurang jelas.DSS tidak dimaksudkan untuk mengotomasikan pengambilan keputusan,tetapi memberikan perangkat interaktif yang memungkinkan pengambil keputusan dapat melakukan berbagai analisis dengan menggunakan model-model yang tersedia.
Spesifikasi DSS :
·      Berfokus pada proses keputusan daripada proses transaksi
·      Dirancang dengan mudah, sederhana, dapat diterapkan dengan cepat dan mudah diubah.
·      Dirancang dan dioperasikan oleh manajer
·      Mampu memberikan informasi yang berguna bagi analisis kegiatan manajerial.
·      Berkaitan dengan hanya bagian kecil dari masalah besar
·      Memiliki logika yang serupa dengan cara manajer menganilis situasi yang sama.
·      Memiliki basis data berisi informasi yang disarikan dari file dan informasi lain organisasi yang berasal dari lingkungan eksternal.
·      Memungkinkan manajer untuk menguji hasil yang mungkin dari serangkaian alternatif.

4.    Fokus pada Komunikasi (OA)
Pada waktu DSS berkembang , perhatian juga difokuskan pada otomatisasi kantor (office automation/OA) OA memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas diantara para manajer dan pekerja kantor melalui
5.    Fokus potensial pada Konsultasi (AI/ES)
Ide dasar AI adalah komputer dapat deprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia. Sistem pakar adalah suatu sistem yang berfungsi sebagaiseorang spesialis dalam suatu bidang. Sistem yang menggambarkan segala macam sistem yang menerapkan kecerdasan buatan untuk pemecahan masalah dinamakan dengan sistem berbasis pengetahuan (knowledge-bases sistems).
C.  Lingkup Data
1)   Hirarki Data.
Hirarki adalah urutan atau aturan dari tingkatan abstraksi menjadi seperti struktur pohon. Hierarki membentuk sesuatu pada beberapa aturan yang khusus atau berdasarkan peringkat (misalnya kompleksitas dan tanggung jawabnya). Berdasarkan tingkat kompleksitas nilai data, tingkatan data dapat disusun kedalam sebuah hirarki, mulai dari yang paling sederhana hingga yang paling komplek.
·       Database adalah kumpulan dari beberapa file atau tabel yang saling berhubungan antara file yang satu dengan yang lainnya. 
·       File adalah kumpulan dari record yang saling berkaitan dan memiliki format field yang sama dan sejenis. 
·       Record adalah kumpulan dari field yang menggambarkan satu unit data individu tertentu. 
·       Field adalah suatu atribut dari record yang menunjukkan suatu item dari sebuah field. 
·       Byte adalah atribut dari field yang berupa karakter yang membentuk nilai dari sebuah field. 
·       Bit adalah bagian terkecil dari data secara keseluruhan, yaitu berupa karakter ASCII nol atau satu yang merupakan komponen byte. 

2)   Penyimpanan data,
·      SASD 
SASD atau Sequential Access Stroge Device merupakan media penyimpanan untuk mengisikan catatan yang diatur dalam susunan tertentu yang merupakan jenis memory eksternal yang mempunyai akses data secara tidak langsung (berurutan). Tetapi prosesnya lambat karena untuk mencari data tertentu harus dimulai dari awal. Sudah jarang dipakai dan umumnya hanya untuk backup data. Contohnya Magnetic Tape, Punched card, Punched paper tape. Sudah jarang dipakai, umumnya hanya untuk backup, karena murah dan kapasitas yang besar.
·      DASD 
DASD atau Direct Access Storage Device merupakan kebutuhan dari simpanan luar yang sifatnya pemasukan secara langsung telah dirasakan sejak komputer generasi pertama dan mulai digunakan pertama kali di sistem komputer pada tahun 1956. DASD untuk pengambilan data terntu tidak perlu dicari dari awal, tetapi bisa langsung ke data yang dituju. Oleh karna itu, prosesnya lebih cepat dibanding SASD. Contohnya : Magnestic disk: menggunakan medan magnet, contoh: floppy disk (disket) dan hard-disk.  Optical Disk: menggunakan sinar laser. Contoh: CD-ROM. Media penyimpanan yang cukup popular lainnya: CD-ROM, DVD (Digital Versatile Disc), FMD (Fluorescent Multilayer Disc), MO-Disc (Magneto-Optical Disc).
3)      Pemmrosesan data,
·      BATCH 
Batch processing adalah suatu model pengolahan data, dengan menghimpun data terlebih dahulu, dan diatur pengelompokkan datanya dalam kelompok-kelompok yang disebut batch. Tiap batch ditandai dengan identitas tertentu, serta informasi mengenai data-data yang terdapat dalam batch tersebut. Setelah data-data tersebut terkumpul dalam jumlah tertentu, data-data tersebut akan langsung diproses.
·      Online 
Online Adalah sebuah sistem yang mengaktifkan semua periferal sebagai pemasok data, dalam kendali komputer induk. Informasi-informasi yang muncul merupakan refleksi dari kondisi data yang paling mutakhir, karena setiap perkembangan data baru akan terus diupdatekan ke data induk. Salah satu contoh penggunaan online processing adalah transaksi online. Dalam sistem pengolahan online, transaksi secara individual dientri melalui peralatan terminal, divalidasi dan digunakan untuk meng-update dengan segera file komputer. Hasil pengolahan ini kemudian tersedia segera untuk permintaan keterangan atau laporan.
·      Real Time 
Real time adalah bagian dari proses interaktif atau online. Definisi: Input terus menerus, secara otomatis diperoleh dari sensor, misalnya, yang segera diproses untuk menanggapi masukan dalam waktu sesedikit mungkin. Setelah sistem ini selesai menanggapi membaca set berikutnya input data segera memproses itu. Sistem ini tidak memerlukan pengguna untuk mengontrolnya, ia bekerja secara otomatis. Keuntungan: Setiap kali ada reaksi cepat diperlukan karena beberapa jenis perubahan, pengolahan real time dapat mengambil tindakan tanpa perlu pengguna atau waktu proses yang lama terlebih dahulu.
D.  Data Base
       Database terdiri dari dua penggalan kata yaitu “data” dan “base” yang artinya berbasiskan pada data. Secara konseptual database memiliki arti sebuah koleksi atau kumpulan data yang saling berhubungan, disusun menurut urutan tertentu secara logis sehingga menghasilkan informasi. Atau dapat disimpulkan bahwa database adalah sekumpulan data.
1)   Era pemulaan data base.
Selama era predatabase, perusahaan kurang memperhatikan sumber data mereka, dan para pemakai dihambat oleh susunan fisik dari data. Perusahaan secara tanggung mengatasi hambatan tersebut dengan menggunakan file inversi dan daftar penghubung. GE menggunakan penghubung untuk memadukan beberapa file secara logik, yang hal ini merupakan contoh pertama dari konsep database. Perpaduan logik dapat dicapai secara eksplisit dalam struktur hirarkis atau struktur jaringan, dan secara implisit dalam stuktur relasional.
Langkah pertama dalam penciptaan database adalah mendefinisikan kamus data. Deskripsinya digunnakan oleh DDL untuk membuat skema. Tiap pemakai bias mempunyai satu subskema atau lebih. Semua DBMS mempunyai DDL dan database manager, namun versi mikro biasanya tidak menyerakan pemroses statistic penampilan atau modul backup/recovery.
2)   Konsep data base.
Database adalah kumpulan data computer terpadu yang disusun dan disimpan dalam suatu cara sehingga ia mudah dipanggil. Perpaduan record logik dalambeberapa file disebut konsep data base, bila perusahaan menerapkan konsep data base, maka hirarki datanya menjadi : Data à file à Record à Elemen data. File terpisah masih ada, dan mereka mewakili komponen utama dari data base.
3)   Struktur database.
Perpaduan file secara logik dapat dicapai secara eksplisit ataupun implisit.
4)   Keunggulan dan kelemahan data base dan DBMS
v Keunggulan DBMS
·      Mengurangi kelebihan data.
·      Memadukan data dari beberapa file.
·      Memanggil data dan informasi secara cepat.
·      Meningkatkan keamanan.
v Kelemahan DBMS
·      Mendapatkan software yang mahal.
·      Mendapatkan konfgurasi hardware yang besar.
·      Mempekerjakan dan menggaji staf DBA.

E.  Peranan Data base dan DBMS dalam memecahkan masalah dalam cakupan Psikologi.
Database merupakan salah satu komponen yang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi bagi para pemakai. Databse terdiri dari data yang akan digunakan atau diperuntukkan terhadap banyak user, dari masing-masing user akan menggunakan data tersebut sesuai dengan tugas dan fungsinya. 
Sedangkan DBMS merupakan software yang digunakan untuk membangun suatu sistem basis data, DBMS harus dapat mengatur basis data tersebut sehingga dapat tersimpan dengan baik tanpa menimbulkan kekacauan, dapat dipakai oleh banyak user sesuai dengan kepentingan masing-masing, melindungi dari gangguan pihak-pihak yang tidak berwenang.
Dan peranan Data base dan DBMS dalam dunia psikologi adalah untuk membantu para psikolog atau mahasiswa psikologi dalam pengumpulan data penelitian. Contoh : jika kita akan membuat kuesioner dan akan disebar melalui jejaring social / internet, kita akan memasukkan semua data kuesioner kita kedalam system data base dan DBMS. Jika seseorang menjawab semua pertanyaan pada kuesioner kita, data yang dimasukan oleh user tersebut akan tersimpan dengan aman pada system data base.
F.   Sistem Pengolahan Data.
Pengolahan data adalah manipulasi atau transformasi symbol-simbol seperti angka dan abjad untuk tujuan meningkatkan kegunaannya. Tujuan dari pengolahan data adalah untuk menghasilkan dan memelihara record perusahaan yang akurat dan upto date.
Tugas pengolahan data meliputi , pengumpulan data yang menggambarkan aktivitas perusahaan, pengubahan data menjadi bentuk yang dapat digunakan, penyimpanan data sampai ia diperlukan, pembuatan dokumen yang akan digunakan oleh perorangan atau kelompok baik di dalam maupun diluar perusahaan.

G. Sistem informasi Managemen.
Sistem Informasi Managemen (SIM) merupakan sebuah sistem yang menyediakan informasi yang digunakan untuk mendukung operasi, managemen, serta pengambilan keputusan sebuah organisasi.
·      Konsep sistem iformasi organisasi.
Pada dasarnya konsep system organisasional ini memiliki hubungan antara system dan organisasi. Bagaimana system tersebut dapat bisa terorganisasi dengan baik. Sistem itu sendiri adalah seperangkat komponen yang saling berhubungan dan saling bekerjasama untuk mencapai beberapa tujuan. Sistem informasi adalah kumpulan hardware dan soft ware komputer, prosedur, dokumentasi, formulir dan orang yang bertanggungjawab untuk memperoleh, menggerakkan, manajemen, distribusi data dan informasi. Proses yang harus diikuti dalam pengembangan suatu sistem yang baik disebut System Analysis and Design (SA&D).
·      Peranan Sistem informasi dalam pemecahan masalah.
Sistem informasi manajemen atau lebih dikenal dengan nama SIM merupakan suatu sistem yang biasanya diterapkan dalam suatu organsasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan informasi yang dihasilkan dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen atau dengan kata lain teknik pengelolaan informasi dalam suatu organisasi.

H.  Sistem Penunjan Keputusan.
Sistem penunjang keputusan (SPK) adalah bagian dari Sistem Informasi berbasis kompter, termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan) yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau sebuah perusahaan. 
1)      Teori menurut ahli.
Menurut Herbert A. Simon Menggunakan konsep keputusan terprogram dan tidak terprogram dengan phase pengambilan keputusan yang merefleksikan terhadap pemikisan Decision Support Systems (DSS) saat ini. Sedangkan menurut G.Anthony Gory dan Michael S Scott Morton Menggunakan tahapan dalam pengambilan keputusan dengan membedakan antara struktur masalah dan tingkat keamanan. Dapat juga dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah baik yang bersifat terstuktur, tidak terstuktur, maupun semi-terstuktur.
2)      Konsep, dan tujuan SPK
·      konsep mengenai keputusan berdasarkan struktur masalah terbagi atas :
§  Masalah Terstruktur, Merupakan masalah yang memiliki struktur pada tiga tahap pertama Simon, yaitu intelijen, rancangan dan pilihan. Jadi, dapat dibuat menjadi algoritma atau aturan keputusan yang memungkinkan masalah diidentifikasi dan dimengerti, berbagai solusi alternatif diidentifikasikan dan dievaluasi dan suatu solusi dipilih.
§  Masalah Tak Terstruktur,Merupakan masalah yang sama sekali tidak memiliki struktur pada tiga tahap Simon diatas.
§  Masalah Semi-Terstruktur, Merupakan masalah yang memiliki struktur hanya pada satu atau dua tahap Simon.
·         Pengertian Dasar SPK
Pengertian Dasar Sistem Penunjang Keputusan adalah suatu sistem yang memeberikan kontribusi terhadap para manajer untuk memberikan dukungan dalam pengambilan keputusan.
·         Tujuan SPK
Tujuan SPK : Peter G.W. Keen dan Scott Morton, menetapkan tiga tujuan yang harus dicapai SPK, antara lain:
·         Membantu manajer dalam pembuatan keputusan untuk memecahkan masalah semi terstruktur.
·         Mendukung keputusan manajer dan bukan mengubah atau mengganti keputusan tersebut.
·         Meningkatkan efektifitas manajer dalam pembuatan keputusan, dan bukan peningkatan efisiennya.

3)      Model SPK
·         Model Fisik
·         Merupakan gambaran tiga dimensi entitasnya.
·         Model Naratif
·         Menggambarkan entitas dengan kata-kata yang terucap dan tertulis. Semua komunikasi bisnis adalah model naratif, sehingga membuat model naratif jenis model yang paling popular.
·         Model Grafis
·         Menggambarkan entitasnyya dengan abstraksi garis, simbol, atau bentuk.
·         Model Matematis
Setiap rumus atau persamaan matematika adalah matematis. Kebanyakan model matematika yang digunakan manajer bisnis sama kompleksnya dengan yang digunakan untuk menghitung economic order quantity.
4)      Pemodelan Matematis beserta keuntungan dan kerugian.
·         menggunakan model matematika dapat memperoleh keuntungan sebagai berikut:
Proses pembuatan model dapat menjadi pengalaman belajar, dimana pada setiap proyek model dipelajari sesuatu yang baru mengeenai sistem fisik.
·         Kecepatan proses simulasi dapat mengevaluasi dampak keputusan dalam jangka waktu singkat, dimana dalam hitungan menit, dapat dibuat simulasi operasi perusahaan untuk bebrapa bulan, kuartal, atau tahun.
·         Model menyediakan daya prediksi – suatu pandangan ke masa depan – yang tidak dapat disediakan oleh metode penghasil informasi lain.
·         Model lebih murah daripada metode trial and error; dimana proses pembuatan model memang mahal dalam hal waktu maupun perangkat lunak dan keras yang diperlukan untuk simulasi, tetapi biaya tersebut tidak setinggi biaya yang disebabkan keputusan yang buruk.
Adapun kerugian utama yang mengimbangi pembuatan model adalah:
·         Kesulitan pembuatan model sistem bisnis, akan mengahasilkan suatu model yang tidak menangkap semua pengaruh pada entitas. Misalnya, dalam model yang baru dijelaskan, seseorang dalam perusahaan harus memperkirakan nilai-nilai dari elemen-elemen data skenario. Ini berarti bahwa pertimbangan yang menyeluruh sangat diperlukan dalam menerapkan keputusan yang didasarkan pada simulasi.
·         Diperlukan keahlian matematika tingkat tinggi, untuk mengembangkan sendiri model-model yang lebih kompleks, keahlian itu juga diperlukan untuk menafsirkan output secara tepat.
5)      SPK kelompok
SPK kelomok adalah Sistem berdasarkan komputer yang interaktif yang memudahkan pemecahan atas masalah tak terstruktur oleh beberapa (set) pembuat keputusan yang bekerja sama sebagai suatu kelompok.
6)      Peranan SPK dalam pemecahan masalah.
SPK dapat memperluas dukungan manajer dalam pemecahan masalah, karena DSS disesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan khusus manajer. Istilah sistem pendukung keputusan (Decision Support System-DSS) digunakan untuk mendeskripsikan sistem yang dirancang membantu manajer memecahkan masalah tertentu. Ide dasarnya adalah agar manajer dan computer dapat bekerja sama untuk memecahkan masalah. Dalam penyelesain masalah, manajer menggunakan model untuk mewakili permasalahan yang harus diselesaikan. Model terbagi menjadi empat jenis dasar, yaitu : model fisik, model naratif, model grafis dan model matematis. Penggunaan model sangat penting artinya untuk memberikan pengertian, memfasilitasi komunikasi dan memprediksi masa depan.